Tampilkan posting dengan label Religi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Religi. Tampilkan semua posting

Bulan Syuro Dalam Akidah Islam

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.

Bulam Muharram


Bulan Suro atau bulan Muharram dalam Islam, menurut banyak orang dianggap sakral dan penuh dengan hal mistik. Oleh sebab itu banyak orang memomenkannya dengan melakukan ritual-ritual tertentu yang kadang aneh bahkan berbau syirik.

Para penggemar pusaka melakukan ritual mencuci (menjamas) pusaka-pusakanya, memberi sesajen dan wewangian. Bagi yang ingin mendapatkan benda pusaka dan kesaktian tertentu, mereka bertapa, atau mandi kungkum tengah malam di sendang, laut, sungai dan tempat wingit lainnya.

Tak dipungkiri bahwa perilaku ini sebagai sisa-sia kebudayaan masalalu dimana sebelum Islam masuk di bumi nusantara, nenek moyang kita menganut kepercayaan animisme dan dinamisme yang meyakini kekuatan roh-roh leluhur serta kekuatan dari benda-benda tertentu. Lalu bagaimana pandangan Islam terhadap bulan Syuro atau Muharram ?  




[Cerita Hijab Pertamaku]: Karena Mimpi ini Saya Berhijab

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Kemarin tiba-tiba Si Kecil Yunda bertanya, "Ma, sejak kapan sih mama pakai hijab ?". Pertanyaan spontan yang mungkin muncul setelah melihat album foto saya dulu ketika belum berhijab.

Pertanyaan itu seolah menarik memori saya kembali ke masa beberapa puluh tahun lalu, tepatnya tahun 1997. Ketika itu saya masih semester 6 di Unej - Jember Jatim. 

Bukan karena trend mode yang membuat saya memutuskan untuk berhijab. Saat itu hijab malah belum menjadi mode, tidak seperti saat ini. Asal mula saya memutuskan berhijab karena saya mengalami pengalaman spiritual melalui mimpi yang menurut saya menakutkan. Mimpi yang tidak biasa sehingga saya menafsirkan sebagai sebuah peringatan, ajakan sekaligus hidayah Allah SWT. 

Kalau bukan karena hal itu, saya pikir memutuskan berhijab pada masa itu akan berat. Selain tidak nge-tren, juga karena lingkungan tempat tinggal, pendidikan dan pergaulan di kampus yang bersifat heterogen. Lagian pula sedari SD hingga SMA memang saya lalui di sekolah-sekolah umum bukan sekolah agamis.

Suatu ketika saya bermimpi. Saya ditempatkan dalam sebuah alam yang asing sekali. Entah alam apa namanya. Tidak ada matahari, tidak ada bulan dan bintang tetapi suasana terang seperti diwaktu senja. Dalam alam antah berantah itu, saya berdua bersama seseorang yang tidak saya kenal sama sekali. Bahkan saya tidak mampu melihat wajahnya karena tertutup jubah hitam.

Saya dibimbing menyusuri tempat yang mengerikan. Tubuh ringan seperti melayang. Sesekali menjejakkan kaki ke tanah dan melayang lagi. Lalu, sampailah pada tempat seperti kuburan karena saya belihat banyak batu nisan yang kumuh seperti di film-film horor itu. Orang berjubah hitam itu terus mengajakku lebih ke tengah lagi melewati sela-sela batu nisan tersebut. 


Idul Adha Kali Ini Beda !

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.


Idul Adha kali ini beda dan luar biasa bagi saya. Selain kehangatan dan kebersamaan bersama suami dan anak-anak yang semakin tumbuh besar, Idul Adha tahun ini merupakan titik awal dari apa yang saya cita-citakan di waktu lalu. Ya, dengan mengharap berkah dan Ridlo Allah SWT, saya membuka sebuah binis kecil-kecilan keluarga dalam bidang distibusi bahan pokok, celuler dan advertising dalam satu atap

Walaupun dengan modal awal yang sangat minimal, namun saya berani 'nekat' untuk mengawalinya. Kapan lagi kalau tidak menyegerakan diri, mumpung kebutuhan sekolah anak masih belum terlalu besar, begitu pikir kami. Lagian, bukankah sebuah bisnis membutuhkan waktu untuk exist, bukan ?


trading and adv


Saya berharap bahwa bisnis ini berkembang dan menjadi pangkal bagi hadirnya bisnis lain yang lebih besar yakni minimarket (distributor), cafe dengan menu yang ditangguhkan, Tour & Traveling dan advertising. Lebih lanjut, dengan usaha ini saya dapat membuka lapangan kerja bagi keluarga dan lingkungan sekitar.   

Atas ijin suami, saya sengaja memilih momen Idul Adha untuk mengawalinya karena berharap hikmah suri tauladan Nabi Ibrahim dan Ismail yang luar biasa dalam hal kesabaran menjalankan perintah Allah. Hikmah kesabaran oleh Allah pun dituangkan dalam firman-Nya dalam Al-Qur'an  QS. AL-Baqarah [2] ayat 153 yang berbunyi ''Wahai orang-orang yang beriman jadikan lah sabar dan sholat sebagai penolong mu.'' 

Saya pun memaknai bahwa keberhasilan dalam setiap usaha adalah karena kesabaran serta melibatkan Allah didalamnya. Untuk itu sebagai hamba-Nya mutlak membutuhkan jembatan penghubung dengan Allah, yakni dengan sholat. Insya Allah dua perkara ini (Sabar dan Sholat) akan menjadi modal utama mendapatkan kemudahan dalam berusaha. 

Semoga Allah memudahkan langkah ini. Amin. 
  



Memaksakan Berani Berkompetisi

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.


Memaksanakan Berani Berkompetisi | Beberapa hari lalu saya mengikuti lomba design grafis dengan tema Nusantara. Lomba ini diadakan oleh sebuah portal design bekerjasama dengan bank mandiri. Design tersebut [mungkin] untuk kartu e-money Bank Mandiri edisi terbaru. Tahukah anda, bahwa ini adalah pertama kalinya bagi saya. 

Jujur, saya tergoda dengan hadiah yang ditawarkan. Siapa yang tak tergiur mendapatkan hadiah puluhan juta. Karena hadiahnya itulah yang atensi banyak sekali dari seluruh sudut republik ini. Saya akhirnya memaksakan berani mengikutinya lomba tersebut walau dengan kemampan pas pasan. Dulu memang pernah belajar dasar design kepada beberapa teman ketika masih bekerja di Perusda Percetakan di Kota Brebes. Selebihnya adalah otodidak dengan panduan tutorial di youtube.

Sayang sekali saya tidak terlalu memahami sesungguhnya ketentuan panitia atas kalimat "Design Grafis". Mungkin yang dimaksudkan panitia adalah design berbasic vector yang secara umum dibuat dengan menggunakan aplikasi Corel, Ilustrator dan sejenisnya. Walapun dalam benak saya asalkan tidak berupa hasil jepretan foto dan dibuat dengan menggunakan kreasi aplikasi tertentu maka maka unsur grafisnya sudah memenuhi.

Nah, karena ketidaktahuan itu, maka design yang saya ikutkan lomba saya produce dengan menggunakan aplikasi design 4D keluaran Maxon. Sekalian mempraktekkan tutorial youtube, pikir saya. Dari hasil curi-curi waktu disela aktifitas ngurusi rumah, terciptalah lima design. Sayang sekali tidak ada satupun yang masuk nominasi he..he..he...*Dasar Amatir ya*. Tapi hasil memaksakan mengikuti kompetisi itu sangat seru juga bagi saya karena dapat belajar banyak dari segala sesuatunya. Pengamalan yang sangat berharga bagi seorang amatir seperti saya.

Dari lomba tersebut, panitia telah menentukan para pemenangnya yakni 3 juara utama dan 7 juara harapan. Akan tetapi, kayaknya panitia dan dewan juri kurang teliti [semoga saya salah], bahwa setelah mencermati hasil hasil karya yang diputuskan sebagai juara, saya tergelitik melihat hasil karya Juara 1. [Link 1]

Maaf, bila dilihat dari pencahayaan, materi barong dan background langit, sepertinya itu adalah hasil jepretan kamera bukan karya grafis. Bagian bawahnya saja yang berbentuk vector. Kalau benar pandangan saya, maka Juri telah lupa pada peraturan butir 4 yang menyebutkan  bahwa Karya dalam bentuk desain grafis, bukan materi fotografi; [Link 2]

Ini bukan sebuah gugatan, tetapi hanya mengkritisi saja berdasarkan peraturan yang telah dipublish sebelumnya. Justru hasil karya juara 2 dan lain-lainnya yang menurut saya murni dibuat dengan menggunakan teknik grafis.

Kalau toh pun benar pendapat saya, itu hak prerogatif Juri untuk memutuskan sebagaimana isi butir terakhir dalam peraturan lomba yang mengatakan bahwa keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat Bukan begitu, Teman? - Memaksakan Berani Berkompetisi.

Peta Indonesia Angkung
Wayang3D Mudah dan Praktis




Ups...Sungkem Ternyata Bukan Tradisi Islam

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.

ilustrasi



Sungkeman merupakan yang lumrah dan sering kita lakukan terutama kepada orang tua atau orang yang dituakan dan masih sebagai keluarga. Tradisi ini berkembang di Jawa dan dilakukan pada saat-saat tertentu seperti hari raya, pernikahan, atau dalam peringatan tradisi tertentu. 

Nah, ada beberapa keterangan hadist yang mengatakan bahwa sungkeman bukan tradisi Islam. Oleh karenanya sungkeman bahkan dianggap sebagai  hal yang sia-sia bahkan bid'ah. Beberapa hadist Nabi yang dijadikan rujukan adalah sebagai berikut :

“Barangsiapa yang suka seseorang berdiri untuknya, maka persiapkanlah tempat duduknya di neraka”. (HR. Abu Dawud: 5229, At-Tirmidzi: 2753, Ahmad 4/93, Al-Bukhari dalam Al-Adabul-Mufrad :977dan Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahaan 1/219; dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shohihah I/627). 

Hadist yang datang dari Rasul ini menjelaskan bahwa kita tidak boleh memberi penghormatan kepada seseorang dengan berdiri atau pun sungkem untuk memuliakan dan mengagungkannya.

“Tidak ada seorang pun yang lebih mereka (para shahabat) cintai saat melihatnya selain Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Namun jika melihat beliau, mereka tidak pernah berdiri karena mereka mengetahui kebencian beliau atas hal itu”. (HR. Al-Bukhari Al-Adabul-Mufrad: 946, At-Tirmidzi: 2754 dan Asy-Syamaail:335, Ibnu Abi Syaibah 8/586, Ahmad 3/132 & 134 & 151 & 250, Abu Ya’laa no. 3784, Ath-Thahawiy dalam Syarh Musykilil-Atsar no. 1126, dan yang lainnya; shahih).

Para sahabat tidak pernah berdiri ketika Rasululloh datang, hal ini karena Rasululloh sangat membenci hal tersebut.

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Hafizohulloh juga mengatakan bahwa “Pengulangan berdiri untuk mengormati seorang alim ( guru atau ustadz)  atau orang yang masuk akan menimbulkan pada diri keduanya rasa cinta terhadap penghormatan dengan berdiri, di mana tidak terdapat perasaan gelisah pada dirinya, dan mereka yang berdiri merupakan pembantu bagi syaitan dalam memberikan rasa cinta penghormatan berdiri bagi yang datang, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian menjadi penolong setan atas saudara kalian” [HR. Bukhari:6781] (Minhaj firqotun najiah wa thoifatul manshuroh hal 128, darul haromain).

Bagaimana menurut anda apakah sumkem kepada kedua orang tua kandung masuk dalam kategori penjelasan hadist diatas ?  

Wallahu A'lam Bishawab. 



Makna Idul Fitri

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Lebaran


Makna Idul Fitri - Setelah sebulan berpuasa, maka selanjutnya umat Islam akan dihantarkan pada kegembiraan perayaan lebaran Idul Fitri yang diawali dengan takbir berkumandang disetiap penjuru tempat. Di Masjid, Mushola bahka arak-arakan warna berkeliling kampung menggunakan obor atau kendaraan yang dihias warna-warni. 

مَنْ أَحْيَا لَيْلَةَ الْفِطْرِ وَ لَيْلَةَ الْأَضْحَى , لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوْتُ الْقُلُوْبُ

”Barangsiapa yang menghidupkan malam ’Iedul-Fithri dan malam ’Iedul-Adlhaa, niscaya hatinya tidak akan mati pada hari matinya hati-hati”.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا ...

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (bulan Ramadhan) dan hendaklah kamu bertakbir (membesarkan) Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah : 185)


Idul Fitri merupakan hari yang disongsong dan dinanti oleh umat Islam dan terlebih yang menunaikan puasa bulan Ramadan. Segala persiapan dilakukan dan fasilitas disediakan untuk mensiarkan hari yang jatuh pada tanggal 1 syawal itu. Apa sebenarnya makna di balik mobilisasi yang begitu  masif dan meriah itu?

Makna asalnya dari kata “Ied” yaitu  hari raya dan “fitri” artinya berbuka puasa atau Lebaran. Ia adalah hari berbuka secara massal setelah sebulan kaum muslimin menjalani puasa. Rasa bahagia saat berbuka di waktu maghrib selama sebulan seakan dirapel pada tanggal 1 syawal di hari raya Lebaran. 

Kegembiraan itu bagai kado Ilahi bagi para shaimin/shaimat karena selesai menunaikan kewajiban puasa sebulan, dan kelak di hari pertemuan dengan-Nya akan diberikan kado “rapel kebahagiaan” menjalankan puasa sepanjang usia ditambah bonus Ilahi lainnya. Demikian isi hadits Nabi menegaskan.

Ekspresi dan tampilan  Idul Fitri sebagai ”Iduna Ahlil Islam” kata Nabi “Hari Raya kami penganut Islam”. Sebagai “yaumu aklin  wa syurbin wa bahjatin” yakni hari makan-minum dan bersuka cita. Sehingga diharamkan berpuasa pada hari ini dan diwajibkan kepada seluruh ahlul Islam memastikan tidak  ada seorang anak muslim pun yang tidak ikut berlebaran. Demi kebesaran hari ini maka harus terbebas dari pengemis. Untuk itu secara khusus zakatul fitri diwajibkan.

Dengan menjalankan puasa Ramadan secara benar ada jaminan dibersihkan dari dosa vertikal dan dengan silaturahim saling memaafkan/membebaskan maka sesama muslim akan terbebas dari dosa horizontal. Dengan begitu Idul Fitri juga bermakna kembali kepada kesucian terbebas dari dosa perdosa.

Kembali seperti bersihnya seorang bayi yang dlahirkan dalam fithrah, tidak membawa beban dosa apapun. Dalam kondisi fithri maka setiap insan siap untuk menerima agama Allah yang fithri, yaitu agama Islam dan agama tauhid.

Sebagaimana dinyatakan dalam Al Quran Surah Al Rum ayat 30: 
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama Allah, firah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Itulah makna Idul Fithri. Semoga kita raih semuanya, setidaknya jangan terlewatkan semuanya. [..]




Hingga Malam Ganjil ke 23 : Cahaya Biru dan Pesan Orang Tua Tak Dikenal

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.



Syukur alkhamdulillah ya kita sudah masuk ke 10 hari terakhir di bulan Romadhon ini. Ada kesedihan yang tiba-tiba menyeruak dikalbu karena Romadhon yang berkah ini akan segera berlalu. Bisa jadi ini merupakan yang terakhir bagi kita, walau sesungguhnya kita berharap untuk berjumpa lagi tahun depan. Insya Allah.! 

Masing-masing dari kita pasti mendapatkan pengalaman yang berharga memasuki 10 hari terakhir ini. Pengalaman rohani dalam menggapai ridhlo dan maghfiroh Allah. Saya yakin bahwa setiap orang mendapati pengalaman berbeda-beda sesuai maksud dan tujuan awalnya. Saya menyebutnya sebagai "bonus tambahan" yang tidak disangka-sangka. Pengalaman-pengalaman rohani yang kita alami tersebut pasti ada hikmah tertentu yang barangkali kita belum mengetahuinya saat ini. 

Cahaya Biru
Memasuki malam ganjil ke-23 saya masih mendapati cahaya biru berada disamping kiri. Cahaya tersebut muncul sekedipan mata. Muncul dengan cara cepat dan tidak lama. Sebenarnya, cahaya tersebut sudah terlihat semenjak tiga bulan lalu ketika saya rutin menjalankan sholat malam, tahajjud, hajat dan witir dengan membaca amalan-amalan dzikir. 

Cahaya tersebut kadang muncul siang hari atau malam hari. Sering juga terlihat saat didepan laptop membuka socmed atau update blog. Sejatinya, saya tidak tahu cahaya apakah itu. Saya berlindung dan berpasrah diri kepada Allah jikalau cahaya tersebut adalah godaan atau bahkan ancaman bagi jiwa dan raga saya. Na'udzubillah.

Semoga saja bukan keburukan yang saya dapatkan karena munculnya cahaya biru tersebut. Saya membiarkan terjadi apa adanya dan berharap Allah yang akan menjelaskan hikmah dan maknanya dengan cara-Nya. 


Orang Tua Tak Dikenal
Hari ke-23 bulan Romadhon, saya juga bermimpi bertemu dengan seorang bapak-bapak tua yang tidak saya kenal dan saya ingat wajahnya. Bapak tua tersebut memberikan secarik kertas putih bertuliskan lafadz "لا إله إلا الله -  LA ILAHA ILLALLAH" dan Bapak tua itu berkata "amalan dzikirnya ditambahi kalimat ini". 

Karena kalimah tersebut adalah kalimat tauhid yang memiliki keutamaan yang agung dan tak dapat dihitung, maka saya tidak ragu lagi dan selalu membaca kalimah tersebut selepas sholat wajib dan sholat malam. Bahkan ketika dalam keadaan keraktifitas juga saya lafadzkan walaupun dalam hati

Saya yakin ada hikmah yang baik yang Allah rencanakan untuk saya dan keluarga. Entah apa itu, hanya Allah yang Maha Tahu. saya selalu berharap hikmah keselamatan bagi saya dan keluarga dalam kehidupan di dunia dan akhirat. 

Mungkin saja Allah menjawab keyakinan hati saya bahwa kilaunya dunia ini sangat menipu dan menghasut kita. Saya tidak mau terjerumus kedalamnya dan menjauhkan pada tujuan akhir kehidupan. Tidak ada sebaik-baiknya tujuan kehidupan selain Sang-Khalik itu sendiri. 

Begitulah romadhon kali ini terasa lebih indah dan memberikan kesan tersendiri bagi saya dan keluarga. Semoga Allah memelihara saya dan keluarga dari kehinaan, kesombongan, kekufuran dan aniaya diri. Amien Ya Robbal 'Alamin.  



Allah Menjaga Kesucian Al-Qur'an

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.


Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW tidak serta merta berbentuk kitab Al-Qur'an seperti yang kita ketahui sekarang. Surah-surah dalam Al-Qur'an disampaikan melalui Jibril secara bertahap. Beberapa sumber menyebtkan bahwa proses turunnya wahy tersebut membutuhkan waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari (23 tahun), dengan pembagian 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. 

Wahyu yang diterima Rasulullah juga tidak dalam bentuk lembaran cetakan, melainkan dengan cara dilafadzkan yakni Jibril membacakan Firman Allah tersebut dihadapan Rasullullah secara langsung. Rasullullah mendengar dan mengahapalkan seluruh ayat yang dibacakan Jibril tersebut. Selanjutnya wahyu yang diterima tersebut diajarkan kepada para sahabat dan keluarga Rasulullah.

Allah SWT sendiri yang menjaga kemurnian dan kebenaran isi wahyu-wahyu-Nya. Setahun sekali Rasulullah memperdengarkan kembali hafalan wahyu-wahyu tersebut dipandu langsung oleh Jibril  (Repetition). Cara serupa juga dilakukan oleh Rasulullah kepada para sahabat. Para sahabat disuruh membaca kembali wahyu-wahyu yang pernah didengarkannya dari Rasulullah. Tujuannya adalah membetulkan bacaan mereka jika ada yang salah. 

Selanjutnya Allah memberikan rahmat berupa pemikiran kepada Rasul dan Sahabatnya yakni dengan mencatat dan menuliskannya pada media tertentu. Dalam satu cacatan disebutkan bahwa ada beberapa bahan yang digunakan untuk menyalin wahyu-wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada Muhammad SAW tersebut, adalah  :
  • Riqa, atau lembaran lontar atau perkamen;
  • Likhaf, atau batu tulis berwarna putih, terbuat dari kepingan batu kapur yang terbelah secara horizontal lantaran panas;
  • ‘Asib, atau pelapah kurma, terbuat dari bagian ujung dahan pohon kurma yang tipis;
  • Aktaf, atau tulang belikat, biasanya terbuat dari tulang belikat unta;
  • Adlla’ atau tulang rusuk, biasaya juga terbuat dari tulang rusuk unta;
  • Adim, atau lembaran kulit, terbuat dari kulit binatang asli yang merupakan bahan utama untuk menulis ketika itu.

Setelah Rasulullah wafat, upaya pendokumentasian Al-Qur'an tetap dilanjutkan oleh para sahabat nabi yang menjadi khalifah saat itu yakni Abu Bakar Siddiq ra,  Umar Bin Khatab ra, Usman Bin Affan ra dan Ali Bin Abi Thalib ra.

Berkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka mushaf-mushaf tersebut dicetak dalam lembaran kertas sehingga berbentuk buku atau kitab seperti yang kita baca saat ini. Berkat teknologi Al-Qur'an juga dapat dibaca secara virtual melalui komputer maupun gadget menggunakan software tertentu. Begitulah Allah SWT menjaga kemurnian wahyu-Nya yang ada dalam Al-Qur'an seperti yang kita kenal sekarang.

Maha Suci Allah dengan segala firman-Nya.



Ketika Opick Membuatku Menangis Ngeri

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.


Selalu saja aku ngeri ketika mendengar lagu Opick yang berjudul "Bila Waktu Telah Berakhir".  Lagu ini sangat favorite bagi saya dan tidak ada yang bisa menyentuh hati selain lagu ini. Selain ngeri, juga membuatku menangis bila mendengarkannya. Lagu ini ada dalam album berjudul "Istighfar" yang dirilis pada 1 Oktober 2005 dan merupakan album ketiga setelah Pasar Malam di Kepala Mu (1999) dan Tak Ada Habisnya (2003). 

Liriknya sederhana sekali tetapi begitu menyentuh. Seperti bilah pedang yang tajam menghujam ke relung hati. Subhanallah...! 

Bagaimana kau merasa bangga,  akan dunia yang sementara. Bagai manakah bila semua, hilang dan pergi meninggalkan diri mu

Sesungguhnya dunia ini adalah fana. Dunia tidaklah kekal. Semua akan hancur pada waktunya bila serunai sangkakala ditiup oleh Malaikat Israfil dipenghujung waktu kelak. Fananya dunia sama seperti fananya manusia itu sendiri, yang umurnya telah tertawar oleh takdir dan kematian. Mencapai umur 100 tahun saja sangatlah jarang setelah itu mati berkalang tanah. 

Falsafah Jawa yang mengatakan bahwa "Urip iku Koyo Wong Mampir Ngombe" adalah benar adanya, bahwa dunia dan isinya bersifat sementara seperti pengelana yang mencari segelas air minum karena kehausan, setelah itu sudah. 

Entar kita entah isinya dunia yang akan meninggalkan kita. Yang pasti semua menjauh dan menghilang, apapun yang ada didekat kita. Suami, istri, anak dan kerabat dekat akan meninggalkan kita sendiri kelak tanpa terkecuali. 

Bagimanakah bila saatnya waktu terhenti tak kau sadari. Masikah ada jalan bagi mu untuk kembali mengulang ke masa lalu

Kematian menjadi hal yang pasti. Datang kapapun juga tanpa diketahui. Kematian adalah proses transisi perpindahan alam fana ke alam abadi. Ketika ruh dicabut dari badan maka akan menutup semua amalan. Beruntung bagi manusia yang menyadari ini. Hingga berhati-hati dalam menjalani kehidupan di dunia. 

Menyesal bagi manusia yang lalai. Ruh akan meronta-ronta meminta untuk kembali mengulang ke masa lalu dan berharap bisa mengubah menjadi kebaikan seumur hidup. Sekali-kali itu tidak mungkin terjadi dan tidak ada jalan untuk kembali. 

Dunia....di penuhi dengan hiasan semua..dan sgala yang ada akan kembali pada nya

Apapun yang ada di dunia ini, pada waktunya akan kembali kepada pemilik-Nya, Allah SWT, Tanpa terkecuali. Maka tidak ada kekuatan apapun yang mampu menolaknya. Warna-warni dunia tidak ada artinya ketika itu. Sesungguhnya Allah-lah sebaik-baiknya tempat kembali.

Bila waktu tlah memanggil, teman sejati hanyalah amal, bila waktu tlah terhenti, teman sejati tinggalah sepi...

Pertanyaannya, apakah kita sudah mempersiapkan diri bila Allah memanggil ? Apa yang terjadi atas diri kita ketika kita menjadi penghuni liang lahat yang berukuran tidak lebih dari 1 x 3 meter ? Apakah cukup sampai disitu saja akhir kehidupan yang sesungguhnya ?

Ya Allah, aku berpasrah diri kepada-Mu atas segala sesuatu hal. Selamatkanlah diri hamba dan segenap keluarga serta saudara-saudara seiman dari siksa khubur, mudahkanlah menjawab pertanyaan munkar-nakir, Haramkan tubuh kami dari api neraka, beratkanlah timbangan kami serta mudahkanlah meniti shiratal mustaqim.  Amien. 





Menembus Lorong Waktu Ramadhan

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.


Hei teman, puasa Ramadhan telah meninggalkan 10 hari pertama dan memasuki 10 hari kedua. Apa yang telah kita dapatkan sejauh ini. Apakah kita telah berhasil mendapatkan Awwaluhu Rahmah yakni Rahmah Allah seperti yang telah disabdakan Rasulullah Muhammad SAW ? 

Bagi saya, sepuluh hari pertama Ramadhan sangat berat karena berusaha beradaptasi dengan kondisi yang berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya. Bukan masalah lapar dan dahaga, akan tetapi lebih pada kondisi psikologis. Ujian kesabaran dan keimanan lebih mendominan dan mengancam kesempurnaan ibadah puasa yang saya lakukan.

Betapa saya harus berjuang keras mengendalikan amarah ketika Si Kecil Yunda menangis karena selalu saja berebut remote TV dengan kakaknya, Arya. Saya juga berusaha mengendalikan diri untuk tidak berbicara keras ketika Si Sulung Arya karena diam-diam miminjam laptop mini adiknya tanpa ijin dan membuatnya menangis, karenanya laptopnya sendiri rusak. Belum lagi dengan masalah-masalah rumah tangga lainnya.

Sesungguhnya saya berupanya untuk menaklukkan itu semua dan benar-benar berharap mendapatkan Awwaluhu Rahmah seperti yang telah dijanjikan. Walaupun saya tidak mengetahui Rahmah bagaimana yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya yang telah "sukses" melewati 10 hari pertama tersebut. Itu urusan Allah, dan saya tidak berhak sama sekali untuk mempertanyakan. Karena ukuran sukses pasti ada prasyarat-prasyarat standarnya. Saya sendiri tidak tahu apakah saya masuk kedalam kelompok orang yang sukses tersebut atau tidak. Bukankan ibadah puasa ini Allah sendiri yang akan menilai ? 

Walaupun begitu berat saya rasakan, di 10 hari pertama Ramadhan ini saya seperti masuk kedalam lorong waktu yang ajaib. Saya merasakan perubahan dalam hal kepasrahan diri dan keikhlasan atas apapun yang Allah berikan. Keinginan untuk mendekatkan diri kepada-Nya semakin besar. Amalan-amalan sunnah yang sebelumnya jarang saya lakukan, di bulan Ramadhan ini sedikit demi sedikit diberi kekuatan untuk melakukannya. Saya bersyukur dan sering menangis dalam sujud. Sungguh Maha Besar Allah. 

Saya selalu berdo'a bahwa memasuki 10 hari kedua ini tidak layu, bahkan semakin berbunga. Menurut sabda nabi terdapat Magfirah atau “Ampunan” di pertengahan Ramadhan ini. Segala dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Sebagai hamba yang berlumuran dosa, apakah ada yang lebih indah dan lebih diharapkan selain diampuni segala dosa oleh sang pemilih kehidupan ini ? Karena ampunan ini, Insya Allah, akan mudah masuk ke dalam surganya Allah melalui pintu manapun. Subhanallah ! Semoga kesampaian.

Semoga saya diberi kekuatan untuk menyelesaikan 10 hari kedua. Setelah itu, memasuki lorong waktu di 10 hari terakhir Ramadhan, karena Allah menjajikan 'hal lain' sebagai pahala bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya. Semoga saya menjadi salah satu yang dikehendaki seperti anda. Amien. 

 


Gembira Menyambut Ramadhan 1435 H

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.


Insya allah, tak lama lagi kita akan menjumpai kembali bulan cahaya bagi kaum muslimin, yakni Ramadhan! Semoga kita adalah bagian dari golongan orang-orang yang gembira menyambutnya. Semoga kegembiraan itu tidak karena latah atau sekedar euporia sesaat sehingga justru mensia-siakan berkah yang ada di dalamnya. Belum tentu kita akan menjumpainya kembali tahun depan.     
"Barang siapa yang bahagia menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, maka Allah haramkan jasadnya masuk neraka" (Al-Hadist)
Ketika kita memasuki Ramdhan, maka kita akan mendapati hikmah yang besar atas tiga hal yakni melaksanakan kewajiban berpuasa di siang harinya dan ibadah sunnah di malam harinya, yakni sholat taraweh. Ketiga, adalah Malam Lailatur Qodar yakni malam turunya Al-Qur;an yang akan membawa kebaikan hidup seribu bulan bagi yang medapatkannya. Tiga hal ini yang membedakan bulan Ramdhanm bulan-bulan yang lain dalam satu tahun. 
"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (QS Al-Baqoroh : 185)
Dari Abu Hurairah ra ia berkata, Rasulullah saw saat Ramadhan tiba bersabda:
Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, Allah telah wajibkan atas kalian puasa di siang harinya, pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan dibelenggu, pada bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang dari kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang (H.R. Ahmad).
Apa yang didapatkan dengan semua amalan-amalan ibadah baik wajib maupun sunah di bulan Ramadhan ini ? Bagi saya hanya satu yang sangat saya damba-dambakan, yakni AMPUNAN ALLAH !. Menurut anda, apakah ada yang lebih baik daripada ampunan Allah atas segala dosa-dosa dan keburukan kita ?

Ampunan Allah menjadikan haram jasad kita disentuh api neraka dan oleh karenanya hak atas surga dengan sendirinya akan menjadi milik kita. Sepertinya hanya itu tujuan hidup dan kehidupan sesungguhnya, terutama bagi orang-orang yang di "nash" masuk dalam golongan kasab, seperti saya. 

11 bulan menunggu, Insya Allah tidak tersia-siakan. Ramadhan memang khusus diciptakan oleh Allah sebagai jalan untuk mendapatkan ampunan bagi hamba-hambanya yang gembira menyambut serta bersungguh-sungguh memaknainya. 

Oleh karena itu, mari kita teguhkan niat terlebih dahulu, gembirakan hati menyambut kedatangannya dan petik ampunan Allah setelahnya. 

Amien Ya Robbal 'alamin.      



RECENT


        Jogjakarta         Sleman         Emak-Emak Blogger         Emak-Emak Blogger         Blogcatalog         Bblog         Blogger Perempuan         Blogger Reporter Indonesia         Blogger Hijaber Indonesia
Modified by Yuni Andriyani 2014. Diberdayakan oleh Blogger.