Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Surat Terbuka Untuk Spammer Heri Budiman

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Spammer Komentar Blog
https://plus.google.com/100176490466626517656/posts




Mas Budiman yang setengah baik,
Sebelum saya mengucapkan terima kasih karena sampeyan sudi mampir ke blog saya yang acakadul ini. Sebuah kehormatan bagi saya tentunya, apalagi kalau sampeyan meluangkan waktu sekedar membaca sebaris dua baris postingan kecil saya kemudian meninggalkan jejak komentar terkait issue yang saya tulis. Tentu saja saya akan mengunjungi sampeyan balik dan membaca tulisan-tulisan sampeyan serta meninggalkan berkomentar.

Mas Budiman yang kelihatan pinter dengan kaca mata tebal,
Tetapi sayang sekali, Mas Budiman tidak bisa menjaga etika dengan baik ketika bertamu di blog saya karena meninggalkan jejak buruk berupa komentar yang dikategorikan sebagai SPAM dengan link aktif yang tidak mendidik. 

Aslamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang data dan anak anaknya, ditengah tagihan utang yg menumpuk, demi makan sehari hari saya terpaksa kerja sebagai kulih bangunan, ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman dan bercerita kepadanya, Alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya, dulu katanya dia juga seperti saya stelah bergabung dengan AKI ZYEH MAULANA hidupnya kembali sukses, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi setelah saya lihat pembuktian video AKI ZYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsu hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Ternyata benar benar terbukti dan 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka on Suara Drumband Menjelang Tengah Malam, Ghaibkah ?


Komentar spam di blog




Mas Budiman yang mirip artis Hongkong, 
Saya perempuan yang berakidah. Islam akidah saya. Walaupun mungkin keislaman saya masih Islam KTP, tetapi saya memegang teguh perintah untuk tidak menyekutukan-Nya dalam keadaan bagaimanapun, kapanpun dengan dengan apapun.

Betul sekali kata sampeyan kalau setiap manusia bisa menjadi kaya. Bahkan, agama saya mengajari bahwa orang Islam tidak boleh takut kaya. Tetapi tentunya sampeyan tahu bahwa untuk menjadi kaya itu ada tuntunannya.?

Agama manapun mengajarkan cara-cara yang elok dan berbudaya dalam mendapatkan kekayaan. tentu saja bukan dari korupsi, mengurangi timbangan, memakan hak anak yatim, bisnis riba, memelihara tuyul, cari pesugihan, pun juga TIDAK seperti yang sampeyan tawarkan kepada saya. Tidak !

Menjual keimanan ketika mengalami kesempitan dengan meminta bantuan kepada OTB (Orang tak berbentuk) dengan uborampe, mahar dan perjanjian tertentu, dalam agama saya itu disebut Syirik. Dan tidak ada yang lebih baik kecuali Neraka tempatnya.

Keyakinan saya mengajarkan bahwa kesempitan ekonomi itu hanya bisa disembuhkan dengan doa, shodaqoh dan ikhtiar tidak dengan seperti ajakan sampeyan. Saya tidak tahu bagaimana menurut keyakinan sampeyan.

Mas Budiman yang hidungnya sama-sama pesek,
Kalau benar guru sampeyan yang bernama Aki Zheh Maulana itu mampu "menciptakan uang milyaran" dengan kata sim salabim, tentu saja guru sampeyan menjadi orang terkenal karena paling kaya se-dunia mengalahkan Djarum, Gudang Garam, Bill Gate, dan sebagainya. Namanya akan tersebut dalam 100 orang kaya di dunia versi majalah Forbes. Kenyataanya tidak, kan? Bahkan untuk membuat kontak virtual saja masih menggunakan domain blogspot.co.id yang gratisan.

Mas Budiman yang selalu bermimpi di siang hari,
Terakhir, saya hanya bisa bilang hentikan kegiatan tidak baik itu. Ada peribahasa jawa yang perlu anda renungkan "Ngunduh Wohing Pakarti" yang artinya orang akan menuai hasil dari perbuatannya sendiri.

Terima kasih, mohon maaf apabila ada kata-kata yang menyinggung. Itu betul-betul saya niati. Terima kasih.


TIPS-TIPS
Bagi teman-teman blogger, agar spam dan link aktif otomatis terhapus dari kolom komentar blog, pasang saja script dari ciriseo.blogspot.co.id berikut ini.

<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
function blockLinks(parentID, children) {
var parent = document.getElementById(parentID),
content = parent.getElementsByTagName(children);
for(var i = 0; i < content.length; i++) {
if(content[i].innerHTML.indexOf('</a>') !== -1) {
content[i].innerHTML = "maaf link aktif <span style='background-color: red; color: white; padding: 3px;'><b>malu nih</b></span> sampai jumpa";
content[i].className = "spammer-detected";}}}
blockLinks('comment_block', 'p');
//]]>
</script>

Pemasangannya ada diatas kode </body>  

Ini dia hasilnya. 



Script Anti SPAM







3 Alasan Kenapa Orang Suka Foto Narsis Dengan Mobilnya

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Girl with car
i.ytimg.com
B ermain sosial media memang mengasikan. Selain bisa mengabarkan aktifitas yang baru saja dilakukan, juga tempat yang bebas untuk narsis.

Sebuah data tahun 2013 menyebutkan bahwa upload foto di facebook per hari bisa mencapai 350 juta. Snapchat yang penggunanya kebayakan emak-emak mencapai 400 juta per harinya. 

Berbagi situasi dan momen di socmed sepertinya telah menjadi gaya hidup yang populer dari kota hingga pelosok desa, tua dan muda. Beberapa momen foto yang paling sering dijumpai di socmed adalah saat sedang makan di restauran dan cafe, leyeh-leyeh dihotel, di bandara dengan background pesawat terbang, tempat-tempat hiburan dan papan nama tempat tertentu di luar negeri. 

Tidak jarang pula pengguna socmed mengupload foto diri dengan barang-barang mewah dan perabotan yang dimilikinya seperti sudut rumah yang indah, saat memegang iphone dan yang paling sering adalah berpose dengan mobil yang dimilikinya.

3 (tiga) alasan kenapa orang suka upload foto diri dengan mobilnya :

carshow-photos.com
A. Karena Memang Punya Mobil laughing
Sah-sah saja berpose jungkir balik atau malah sambil nungging di samping atau didalam mobil yang dimilikinya, karena memang punya. Orang  memang butuh "pengakuan" dari lingkungan sekitar, kan?

Dengan foto yang diupload orang mungkin akan serta merta mengakui kekayaan, kesuksesan dan keberhasilan kehidupannya. "Eh, Si anu sudah sukses ya, mobilnya saja Toyota Fortuner, loh." kata seseorang yang melihatnya lalu orang-orang disampingya tepuk tangan. Plak...plak....lak.....  thumbs up.


carshow-photos.com
B. Biar Dikira Punya Mobil I don't want to see
Cuek aja. Gak ada yang tahu kok kalau mobil yang dijadikan background foto adalah mobil orang lain. Begitu diupload ke socmed orang-orang mengira kalau mobil itu miliknya.

Namanya juga narsis mana peduli itu mobil orang lain yang penting bisa buat foto-foto keren di mobil yang keren. Siapa tahu akan ketularan punya mobil, kan? Masih mendinglah yang beginian.

majalahberita.com
C. Riya' Pengin Pamer  thumbs down
Wah kalau yang ini parah deh karena niat ingsunnya sudah pamer bin riya' alias pengin pujian dan berharap mendapat segepok like. Oh my god. Banyak yang seperti ini, iya kan?

8 dari 10 orang bila upload foto di socmed akan berujung poin C ini. Diakui atau tidak niatan awalnya pasti dibumbui riya'. Ingin Pamer, ini loh aku punya mobil keren kamu punya, gak? Seperti itu, seperti itu, seperti itu...kata Bu Syahrini.

Sampeyan masuk kategori yang mana?
   
“Sesungguhnya yang paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil. Para shahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah apa yang dimaksud dengan syirik kecil itu? Beliau menjawab, ‘Riya.’ Pada hari kiamat ketika Allah member balasan manusia atas amalan mereka, Allah berfirman, ‘Pergilah kalian kepada orang yang dulu kalian riya’ kepada mereka, apakah kalian mendapatkan balasan dari mereka atas amalan-amalan kalian tersebut?” (HR. Ahmad, no. 24350)
           
Catatan : Foto adalah adalah ilustrasi tidak ada hubungannya dengan isi tulisan.



Hate Speech, Pro dan Kontra

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.


Awal Nopember ini publik dibuat kaget atas munculnya Surat Edaran Ujaran Kebencian (Hate Speech) yang diteken oleh Kapolri, Jendral Badrodin Haiti.

Sebagian mengartikan bahwa surat edaran ini adalah upaya sistematis rezim saat ini untuk membungkam kebebasan berekspresi dan berpendapat warga negaranya. Terlebih lagi bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang konon menjadi role model dan rujukan bagi banyak negara. Dengan kata lain, edaran ini mencederai semangat demokrasi.

Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, pun turut juga mengkritisi, dan menganggap bahwa kebijakan ini bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM. Terlebih bahwa di republik ini telah menerapkan UU ITE yang mempunyai inti materi serupa.

Tokoh-tokoh reformasi dan mahasiswa pun menolak keras kebijakan ini. Mereka menganggap bahwa rezim saat ini telah menghidupkan kembali tatanan orde baru yang dulu mereka tumbangkan karena telah sedemikan membatasi gerak dan mengeliminir kebebasan berekspesi.

Sebagian yang lain menganggap bahwa munculnya surat edaran ini dianggap baik untuk menjaga stabilitas nasional, meminimalisir pemanfaatan social media sebagai alat untuk saling fitnah dan hujat menghujat dan membuat kegaduhan atas sebuah fenemona sosial-politik. Selanjutnya pengendalian ini memberikan ruang yang nyaman bagi pemerintah untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa.

Entahlah, semua tergantung presepsi. Yang pasti dengan munculnya surat edaran ini kelak kita akan sulit menemukan satir-satir dalam sebuah meme yang seringkali membuat kita tertawa terbahak-bahak sebagai bentuk kritik sosial.

Tentu kita masih ingat bukan, meme-meme lucu Haji Lulung (anggota DPRD DKI Jakarta) ketika bingung membedakan antara UPS dengan USB.



Para Perampok Santun

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
korupsi

Jadi kepikir dalam benak saya bahwa (maaf) hampir semua partai politik di Indonesia ternyata dipakai oleh "para perampok santun" untuk bersembunyi. Ketika kondisi sudah memungkinkan, mereka melancarkan aksinya untuk merampok duit negara yang berasal dari urunan seluruh rakyat Indonesia.

Lihat saja, hingga Oktober 2015, KPK telah mengungkap kasus korupsi dan suap. Mereka kebanyakan adalah kader dari berbagai partai politik peserta pemilu yang mempunyai jabatan strategis di partai maupun di pemerintahan.

  1. 5 Januari 2015, KPK menetapkan Jero Wacik (kader Demokrat) sebagai tersangka atas dugaan pemerasaan di lingkungan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penetapan ini merupakan hasil dari pengembangan yang dilakukan penyidik KPK dari kasus sebelumnya dan juga tambahan informasi dari masyarakat.
  2. 8 April 2015, KPK menetapkan tersangka mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (kader PPP) dalam dugaan tindak pidana korupsi penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama untuk tahun 2010-2011.
  3. 10 April 2015, KPK menetapkan anggota Komisi IV DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Adriansyah sebagai tersangka. Dia diduga menerima suap terkait pengurusan izin pertambangan.
  4. 14 Juli 2015, KPK menetapkan pengacara kondang Otto Cornelis Kaligis (Partai Nasdem) sebagai tersangka atas penyuapan tiga hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Sumatera Utara.
  5. 28 Juli 2015, KPK menetapkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Gatot Pujo Nugroho (PKS) beserta istri keduanya, Evy Susanti sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap tiga hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Kota Medan.
  6. 14 Agustus 2015, KPK menetapkan Bupati Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Pahri Azhari yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan istrinya Lucianty sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi kasus penyuapan dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBDP) tahun anggaran 2015.
  7. 15 Oktober 2015, KPK menetapkan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella (Partai Nasdem) sebagai tersangka dalam penanganan perkara Bantuan Sosial (Bansos), tunggakan dana bagi hasil dan penyertaan modal sejumlah BUMD di Provinsi Sumatera Utara.
  8. 20 Oktober 2015, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap anggota DPR RI dari partai Hanura yakni Dewie Yassin Limpo. Dewie diduga menerima suap terkait proyek pembangkit listrik tenaga hidro di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua.

Entahlah selanjutnya siapa lagi. Yang pasti! kenyataan ini membuktikan setengah kebenaran dari ucapan Lord Acton yang populer, yakni "Power tends to corrupt and absolute power corrupts absolutely. Great men are almost always bad men, even when they exercise influence and not authority; still more when you superadd the tendency of the certainty of corruption by authority."
Kenapa setengah ?

Yah karena tidak melulu benar bahwa kekuasaan cenderung membuat orang korupsi. Jaman kepemimpinan Rosulullah Muhammad SAW hingga wafatnya beliau dan digantikan oleh para sahabat (Abu Bakar, Ustman, Umar, Ali dan hasan), tidak pernah sekalipun terjadi kasus korupsi. Kenapa? Karena Rosulullah dan para sahabat memimpin umat didasari dengan akhlak mulia yang salah satunya adalah amanah dan dapat dipercaya.

Beda dengan kebanyakan para pemimpin dan politisi di Indonesia yang terjerat kasus korupsi, mereka tidak memiliki sifat amanah sama sekali. Bisa jadi mereka berfikir bahwa jabatan identik dengan kesempatan untuk memperkaya diri dengan jalan mencurangi rakyat, bangsa dan negara. Di balik janji-janji yang manis dan santun, tersimpanlah niatan busuk.

Selanjutnya, terjadinya kasus korupsi di indonesia yang begitu masif menunjukkan kegagalan partai politik dalam membina para kadernya. Apalagi kalau partai politik secara implisit maupun ekplisit hanya mencari kue kekuasaan, kursi dan jatah jabatan di pemerintahan.

Thus, nonsense apabila partai politik berjuang demi kesejahteraan rakyat. Buktinya kondisi sekarang ini yang semrawut, mana ada partai politik yang pasang badan untuk rakyat !





Iyo Mbah, Luwih Enak Hidup Di Jamanmu !

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.

Luweh Enak Jamanmu Mbah.


Hidup di Indonesia memang aneh ! bukanya berempati atas musibah jatuhnya crane di Mekah Al Mukarromah yang hingga saat ini telah memakan korban 11 jemaah haji Indonesia dan melukai puluhan orang, eh..orang-orang top di pemerintahan dan legislatif malah ribut sak karepe dewe bergunjing tentang pertemuan Setyo Novanto cs dengan Donald Trump hingga jam tangan Setyo Novanto yang konon berharga milyaran rupiah. 

Dan, ketika kabut asap menjadi petaka nasional karena menjadi ancaman sosial dan ekonomi di sebagian besar Kalimantan dan Sumatera, eh..orang-orang penting masih saja ribut tentang pencopotan Komjen Buwas (Budi Waseso) hingga aksi koboi RJ Lino yang protes karena kantornya diobok-obok oleh Bareskrim.


3 Kebiasaan Bila Terjadi Kenaikan Harga Beras

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Sudah seminggu ini harga beras menggila. Kalau gak salah kenaikan kali ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah perberasan nasional. Bagaimana enggak gila tuh, kenaikannya sudah gak wajar hingga 30% dari harga sebelumnya.

Uniknya Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengatakan bahwa stok beras di bulog masih cukup untuk mengendalikan harga sembari menunggu masa panen raya yang jatuh pada akhir Maret ini sehingga pasokan ke pasar akan kembali normal-(Jawa Pos, 23/2). 

Pertanyaannya, kalau memang stok mencukupi kenapa beras harganya menggila ?

Nah, seperti biasanya kalau ada permasalahan publik yang muncul apalagi skala nasional, maka sudah jamaknya memunculkan attitude saling tuduh, saling lempar masalah, mencari benarnya sendiri dan yang paling seru adalah mencari kambing hitam. 

Gak percaya ?  Berikut catatan saya sejak dulu kala 3 kebiasaan yang muncul ketika terjadi kenaikan beras (sembako) :


Dua Keputusan Jokowi Atas Kasus BG vs KPK

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.

Akhirnya hari ini (18/2) Presiden Jokowi mengambil sikap atas polemik Cicak-Buaya Jilid 3. Walaupun dianggap terlambat lambat oleh banyak pihak tetapi ini jauh lebih baik daripada menggantung persoalan semakin lama tanpa kepastian. 

Pertama, Jokowi memutuskan untuk membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai kapolri dan menyebut Komjen Badrodin Haiti sebagai satu-satunya calon Kapolri yang akan dimintakan rekomendasi di DPR. 

Keputusan ini cukup rasional karena nama Komjen Budi Gunawan telah menimbulkan perbedaan dan perpecahan pendapat dimasyarakat walaupun yang bersangkutan dinyatakan menang dalam sidang praperadilan di PN Jakarta Selatan (16/2).      

Selanjutnya Jokowi meminta Budi Gunawan tetap berkarya dan berprestasi di institusi kepolisian sebagaimana sebelum konflik yang menyangkut dirinya bergulir.

Keputusan Jokowi ini sangat tepat karena pada akhirnya Jokowi mendengar suara sebagian besar masyarakat Indonesia (disebut tak jelas oleh menteri Tejo) yang menginginkan Indonesia bersih dari pejabat korup atau disangka korup berdasarkan penyelidikan lembaga anti rasuah KPK yang sampai saat ini masih dipercaya eksistensi di Indonesia. 

Kicauan SBY Tentang Prahara, Nafsu dan Pemimpin

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Twiter SBY
Setelah keluarnya putusan prapengadilan perseteruan antara KPK dan Budi Gunawan (Calon Tunggal Kapolri) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (16/2/2015), mantan presiden SBY kembali berkicau di akun twitternya @SBYudhoyono.

Kalau dicermati, rangkaian kicauan SBY tersebut menekankan pada 4 hal yakni "Pemimpin/Elit, Prahara, Drama politik dan Nafsu Kekuasaan" 

Entah apa yang ada dalam benak SBY saat itu, pasalnya kicauan-kicauannya menjadi tidak biasa karena ditulis dengan bahasa permohonan atau doa disertai dengan kesedihan.

Sebagai pribadi yang pernah menjadi orang nomor satu di republik ini, memang sangatlah wajar bila SBY merasakan kesedihan yang mendalam atas kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak lagi menentramkan.

Walaupun tidak secara eksplisit, saya menafsirkan bahwa SBY merasa kecewa atas ulah tingkah para pemimpin bangsa dalam mensikapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan nasional. Lebih-lebih setelah melihat hasil sidang praperadilan Budi Gunawan Vs KPK yang menjadi pemicu munculnya prahara politik ini.


Ini Dia Teman Hidup Setia Kata Om Jin

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Om Jin Iklan Djarum 76
"Kuberi Satu Permintaan !" Kata Om Jin
"Aku pengin teman hidup yang baik, pengertian, sabar, penurut, dan yang penting setia" Kata seorang perempuan. 

Dengan kesaktiannya, Om Jin pun memenuhi permintaan itu. Tiba-tiba munculah seekor anjing dipangkuan si perempuan. Om Jin pun tertawa terbahak-bahak. 

Djarum Sukses Menciptakan Brand Awarness 
Itu adalah materi iklan terbaru rokok Djarum 76. Saya yakin anda (minimal) tersenyum melihat iklan ini di TV. Saya pun demikian. Walaupun saya bukan pemakai produk Djarum, tetapi saya menyukai strategi Brand Awarness yang divisualisasikan dalam iklan-iklannya. Saya selalu ngakak ketika melihat iklan produk ini terutama sejak versi On Jin hadir. Kreatif dan menggelitik, pikir saya. 

Memang, sejak iklan rokok dibatasi dan dilarang memperlihatkan wujud rokoknya, para biro iklan harus berpikir lebih kreatif dalam membuat iklan untuk produk ini. Saya yakin tidak mudah menemukan tema iklan yang selaras dengan kebijakan pemerintah tetapi tetap efektif membidik segmentasi pasar, dan Djarum berhasil mensiasatinya.

Pilihan icon Om Jin sangat tepat. Apalagi Djarum berani mengangkat tema-tema sosial yang kemudian dapat kita pahami sebagai bentuk kritik sosial. Kritik-kritik itulah justru memberikan awareness kepada para konsumen. Akhirnya, tanpa harus melihat bentuk fisik rokoknya, begitu orang melihat iklannya, pastilah ingat Djarum 76. Beberapa ungkapan yang diucapkan Om Jin pun menjadi tren seperti "Wani Piro, Tapi jujur,khan?" dan lain sebagainya.



Apakah Sampeyan Masuk Kategori Rakyat Tak Jelas itu?

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
ceritajengyuni


Penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka penerima gratifikasi oleh KPK ternyata membuka kembali luka lama perseteruan antara lembaga penegak hukum di Indonesia. Tak terima dengan penetapan status tersebut, Bareskrim Polri akhirnya "menjemput paksa" wakil ketua KPK Bambang Widjojanto dengan tangan terborgol dan masih memakai sarung dan baju koko.

Rakyat Indonesia kini menyaksikan kembali kisah masa lalu yang populer dengan sebutan "Cicak vs Buaya". Kisruh ini seketika melupakan hiruk pikuk team evakuasi Air Asia yang masih berjibaku dengan ganasnya medan yang berat. He..he...he..saya pun rela tidak menonton sinetron pagi kisah religi di Indosiar hanya untuk menyimak perkembangan kasus ini dengan bergerilya dari channel satu ke channel yang lain.

Kisruh ini mengakibatkan rakyat terpecah dalam dua kubu yakni yang mendukung KPK dan yang mendukung POLRI. Dukungan kepada KPK mengalir dari semua golongan baik dari politisi, akademisi, praktisi hukum hingga rakyat jelata. Mereka menolak kriminalisasi dan pelemahan KPK dengan bahasa perjuangan yang mendadak terkenal, #SAVE KPK. Dan, coba tebak siapa saja yang mendukung POLRI ?

Sayang sekali kelompok rakyat yang mendukung KPK justru dianggap sebagai "rakyat yang tak jelas" oleh pejabat negara yang aneh. Rakyat mungkin tidak tahu bagaimana permainan "orang-orang" di pemerintahan, tetapi rakyat mampu membaca dan menganalisa dari berbagai kejadian. Kalau banyak yang mendukung KPK itu karena sudah merasa eneg dengan berbagai tindak memperkaya diri sendiri para pejabat negara yang pinter dan terpelajar itu.

Perlu digarisbawahi bahwa rakyat yang disebut tidak jelas oleh pejabat yang aneh itu adalah rakyat yang telah menjadikan Jokowi Presiden.  Dan karena itulah, orang yang aneh itu jadi menteri negara.

Hidup di Indonesia memang mengasikan walaupun dicap 'gak jelas ! 

 

Selalu Berpolemik, Kapan Urusi Rakyat ?

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Berpolemik


Pemerintahan Jokowi-JK sepertinya masih mencari formula yang tepat bagi republik ini. Sudah hampir setahun ternyata masih saja meraba-raba. Dalam perjalanannya malah sering memunculkan kebijakan yang justru menyebabkan polemik nasional berkepanjangan. 

Masih ingat dalam benak saya tentang misconduct pelantikan kabinet di pelabuhan dulu. Setelah itu muncul pemahaman yang bias tentang Kartu Indonesia Pintar dan teman-temannya versus BPJS (rintisan pemerintah SBY). Yang relatif baru adalah kenaikan BBM per Januari dikala harga minyak dunia turun. Walaupun akhirnya dikoreksi lagi toh dibanyak tempat tidak membantu menurunkan harga-harga yang sudah terlanjur melambung. 

Polemik hangat adalah penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai Calon Kapolri dimana sehari sebelum Fit and Proper Test Lembaga Pemberantasan Korupsi (KPK) secara mengejutkan justru menetapkan yang bersangkutan sebagai 'tersangka' penerima janji-janji dan hadiah dari pihak lain dalam kapasitasnya sebagai penyelenggara negara. Polemik ini seketika melarutkan suasana duka bangsa dengan jatuhnya Air Asia di perairan Karimata.   

Saya jadi bertanya, kalau selalu muncul kebijakan yang berpotensi menyebabkan polemik kapan janji-janji politik saat kampanye dipenuhi. 

Selama ini rakyat disuguhi atraksi dan pertunjukan para pemimpinnya yang muncul bak pahlawan. Rasa-rasanya, rakyat tidak terkesan atas aksi menteri yang lompat pagar. Rakyat juga tidak akan bertepuk tangan atas aksi penenggelaman kapal-kapal asing dibawah menteri Susi
Siapapun tahu kalau republik ini memang mengedepankan asas praduga tak bersalah, tetapi ada hal yang lebih tinggi dari itu yakni asas moralitas dimana rakyat adalah pemiliknya

Rakyat tidak tertarik mendengar kebijakan sporadis yang diambil gara-gara kecelakaan Air Asia yang sejatinya hanya dipergunakan untuk menaikan rating personal alias pencitraan. Rakyat kecil hanya menunggu bagaimana kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan terjangkau. Itu saja !  

Memang, siapapun paham bahwa pengangkatan menteri, pembantu menteri, kapolri dan jabatan yang setara dengan itu adalah hak prerogartif presiden. Itu karena undang-undang telah mengaturnya. Tetapi apa kata dunia kalau seorang calon pejabat negara yang secara hukum menyandang status tersangka tetap dilantik menduduki sebuah jabatan tertententu. 

"Dimana letak kewibawaan negera. Koyo ora ono liyane Wae!" begitu kata sebagian besar orang. 

Siapapun tahu kalau republik ini memang mengedepankan asas praduga tak bersalah, tetapi ada hal yang lebih tinggi dari itu yakni asas moralitas dimana rakyat adalah pemiliknya, begitu kata ahli hukum yang berdebat dalam Indonesia Lawyer Club (ILC) yang dipandu Karni Ilyas tempo hari. 

Polemik ini berpotensi menyebabkan munculnya protes dan aksi turun ke jalan yang menyebabkan terganggunya stabilitas keamanan. Ketika ini terjadi maka dampaknya sangat hebat yakni turunnya rupiah, terhambatnya investasi, kenaikan harga-harga dan sebagainya. Siapa yang rugi, pasti rakyat !

Duh, Bapak-Bapak pemimpin bangsa, kapan sampeyan bersedia meninggalkan ego dan fokus pada pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Rakyat memilih sampeyan itu karena menganggap punya kompetensi dan hati nurani. Waktu sampeyan akan habis untuk berpolemik. Trus kapan mengatasi hilangnya gas melon dari pasaran atau mencarikan solusi produk gula nasional yang menumpuk di gudang karena kalah dengan gula impor ?  








Ini Bukti Bahwa Kekuasaan Cenderung Korup !

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Kekuasaan dan Korupsi



Saya ingat betul guru SMA dulu pernah mengatakan “Power tends to corrupt, and absolute power corrupt absolutely”. Dalam bahasa sederhana kemudian diterjemahkan bahwa kekuasaan cenderung mengakibatkan korup, dan kekuasaan yang absolut adalah korup yang sesungguhnya.  

Beberapa tahun kemudian saya baru mengetahui bahwa kalimat tersebut adalah kuotasi popular dari seorang moralist bernama John Emerich Rdward Dalberg Acton (1834-1902). Sayapun menemukan kalimat lain yang merupakan kelanjutan dari kalimat diatas, yakni “Great men are almost always bad men”.

Waktu telah menguji kebenaran kuotasi Lord Acton tersebut. Sejarah mencatat bahwa kekuasaan terbukti mengakibatkan banyak tokoh-tokoh besar dicap sebagai koruptor dan diktaktor. Di jaman Mesir kuno, dunia mengenal Ramses II / Firaun yang dengan kekuasaan absolutenya bahkan menisbatkan diri menjadi tuhan. 

“Power tends to corrupt, and absolute power corrupt absolutely.Great men are almost always bad men”
Selain Ramses, tokoh besar dunia yang dianggap bermasalah dengan power (kekuasaan) adalah Adolf Hitler (Jerman), Sadam Hussein (Irak), Benito Musolini (Italia), Slobodan Milosevic (Yugoslavia), Josseph Stalin (Soviet), Herman Willem Daendels (Hindia-Belanda) dan Kaisar Hirohito (Jepang).  

Reformis di Indonesia pun tak mau ketinggalan dengan memasukan nama Soeharto (The Smiling General) ke dalam daftar ini, padahal saya menyukai kewibawaan beliau semasa memimpin Indonesia terlepas dari kenyataan apapun saat reformasi bergulir.

Kekuasaan memberikan dampak buruk bagi pemiliknya. Mereka cenderung memainkannya untuk keuntungan diri sendiri, keluarga dan kroni-kroninya. Itulah kenapa banyak orang berkuasa melakukan tindakan memperkaya diri sendiri alias korupsi. 

Andai saja bangsa ini tidak menyadari bahwa korupsi sangat membahayakan kelangsungan hidup bangsa, maka negara yang kaya ini hanya akan dinikmati para pejabat yang koruptor. Untung saja reformasi telah mendorong terbentuknya KPK pada tahun 2002 dimana hingga saat ini telah banyak menyelesaikan kasus korupsi yang sebelumnya nyaris tidak tersentuh hukum.   


KPK


cerita jengyuni


Apa yang dapat disimpulkan dari data-data diatas ? Bukankan data diatas membuktikan kebenaran kuotasi Lord Acton bahwa kekuasaan memang rentan terhadap prilaku korupsi. Apalagi kalau kekuasaan tersebut bersifat absolut tanpa kontrol dari siapapun.   


Note : Tabulasi data by KPK 



Main Ular Tangga Bareng Gubernur Ahok

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Bareng Ahok


Selama 70 tahun sejak Indonesia merdeka, baru kali ini saya menyaksikan gebrakan birokrasi yang luar biasa. Disaat pemimpin daerah banyak yang larut dalam jebakan birokrasi, Gubernur Ahok justru berani merombak birokasi bahkan menciptakan strategi birokrasi tersendiri untuk mewujudkan Jakarta Baru.

Terlepas dari kontroversi kepemimpinanya, penolakan hingga munculnya gubernur tandingan ala FPI (Fachrurozi Ishaq), kini strateginya akan membuat PNS pejabat di pemprov DKI Jakarta tidak lagi nyaman dan dapat tidur tenang. Ahok memulainya dengan merampingkan jabatan struktural demi mengoptimalkan pelayanan. Apa yang membuat ahok sedemikian berani ?


 photo votenya2_zpscza8qxy0.gif


Rupanya ahok kesal atas kinerja pejabat-pejabat dibawahnya yang berleha-leha sedangkan staf berkerja mati-matian. Ahok memutuskan merubah habbit. Ahok menginginkan agar pemprov dipenuhi orang-orang profesional, pekerja keras, terbaik, bersih, jujur, berdedikasi tinggi dan berintegritas.

"Nantinya itu kita ingin dapatkan yang terbaik dari yang terbaik. Jadi tidak ada lagi kalau sudah eselon 2 itu aman," kata Ahok.

IlustrasiSecara organisasi, saya menilai Ahok memaknai organisasi dengan baik. Mungkin saja dia berpendapat bahwa organisasi tidak hanya berisi orang-orang yang digerakan visi dan misi yang sama, akan tetapi harus berjalan berdasarkan SISTEM yang baik. Dalam bahasa lain, saya menyebutnya Organization Driven By System. 

Walaupun agak kaku, organisasi yang digerakkan oleh sistem mempunyai keuntungan yakni suksesi kepemimpinan tidak terlalu menggangu runningnya organisasi, walaupun itu terjadi dalam waktu yang cepat dan terus menerus. 

Nah, Ahok telah memegang kuncinya maka tak heran kalau dia mengajak anak buahnya seperti bermain ular tangga jabatan. Orang-orang diajak berkompetisi dengan kompetensinya masing-masing. Pejabat Eselon, Kepala Dinas, Kabag, dan yang setingkat dengan itu tidak lagi akan berlama-lama dijabat oleh seseorang.

Siapapun mampu menduduki jabatan tertentu dengan prasyarat khusus yang dikehendaki oleh Ahok. Semua PNS akan dilihat Etos Kerjanya. Setiap PNS akan dinilai dan diukur berdasarkan Key Indicator Performance (KIP)-nya.

Begitulah Ahok... mungkin saja gebrakannya menjadi semacam role model dan akan ditiru ditempat lain kelak.





Indah Nevertari Juara, Tetapi Judika Bintangnya !

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Rising Star Indonesia


Lepas dari apiknya performance empat Grand Finalis Indonesia Rising Star (IRS) tadi malam (19/12/14) dimana akhirnya Indonesia memilih Indah Nevertari sebagai pemenang, nampaknya patut diakui bahwa Judikalah bintangnya malam itu. What's Up ?

"Artis Indonesia sebenarnya tidak kalah berkualitas dengan arti luar, entah kenapa tidak banyak yang mampu Go Internasional.
Kemegahan panggung IRS tadi malam semakin bernilai karena kedatangan bintang tamu group band legendaris asal Denmark, Michael Learns To Rock (MLTR) yang tengah melakukan Tour di Indonesia. Band yang tetap solid di usia yang tidak lagi muda ini mengisi jeda rehat dengan lagu barunya yang berjudul "Silent Time" yang mendayu-dayu. 

Performance group band yang kini hanya beranggotakan 3 personil setelah Soren Madsen (Bass) keluar pada tahun 2000 ini lumayan bagus walaupun tidak bisa dibilang Wow. Entah kenapa tembang Silent Night yang merupakan hit terbarunya tak mampu membuat sorak-sorai penonton. Walhasil MLTR melaluinya dengan hambar dan datar begitu saja.

Penampilan MLTR ini terselamatkan justru ketika berkolaborasi dengan Judika dan para expert yang terdiri dari Ahmad Dhani, Bebi Romeo dan Rosa. Karakter vocal Judika yang khas dengan nada-nada tinggi mampu memberikan warna tersendiri, bahkan mampu melarutkan kharisma Jasa Richter, sang Lead Vocal. Tak ayal, beberapa penggalan hit MLTR yang dinyanyikan Judika dari kursi expert membuahkan pujian dan tepuk tangan penonton. Jasa Richter sendiri dibuat terbelalak atas kempuan vocal Judika yang akhirnya memintanya untuk naik ke panggung.

Kolaborasi dadakan MLTR dan Judika ini memilih lagu berjudul The Actor yang diambil dari album pertama. Dan sekali lagi The Actor menjadi sangat manis dalam karakter vocal Judika. Kolaborasi ini sekaligus menunjukan pada dunia bahwa artis-artis Indonesia sebenarnya tidak kalah berkualitas dengan arti luar, entah kenapa tidak banyak yang mampu Go Internasional.

Ini dia penggalan Kolaraborasi MLTR dan Judika tadi malam.





Urun Rembug Rebranding Logo Jogja

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.




Rebranding Logo Jogja untuk mengganti logo lama "Jogja Never Ending Asia" menyisakan ketidakpuasaan publik. Logo buatan MarkPlus Inc (Hermawan Kertajaya) yang konon berbiaya 1,5 milyar dianggap terlalu mahal serta kurang mencerminkan nilai-nilai Jogja yang sebenarnya. Secara visual logo buatan MarkPlus Inc terbaca TOGUA. Dan inilah yang membuat kegelisahan warga Jogja yang menginginkan Jogja tetaplah Jogja bukan Togua. 



Togua sempat menjadi candaan di lini masa serta menjadi trending di Twitter pada Oktober lalu. Kegelisahan warga Jogja tersebut memunculkan gerakan sosial masyarakat yang diberi nama Jogja Darurat Logo. Gerakan ini pada dasarnya bentuk reaksi positif dan rasa handarbeni masyarakat atas Rebranding Jogja.


ilustrasi



"Branding tersebut bukan hanya sebagai tanda pengenal Yogya saja, namun dapat menjadi spirit bagi setiap orang yang mencintai Yogyakarta. Rebranding ini yang terpenting dapat membuat kita bangga." Begitu kata Herry Zudianto, mantan Walikota Yogyakarta, yang merupakan koordinator Tim 11.

Team 11 adalah relawan yang membantu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan tim penyusun strategi branding dalam memilih logo dan tagline untuk Jogja baru.  Tim ini juga menjadi formatur awal untuk merealisasikan terbentuknya dewan yang akan mengawal proses city branding yang melibatkan ekosistem masyarakat Jogja. 

"Branding tersebut bukan hanya sebagai tanda pengenal Yogya saja, namun dapat menjadi spirit bagi setiap orang yang mencintai Yogyakarta. Rebranding ini yang terpenting dapat membuat kita bangga."
Dengan difasilitasi Tim 11, masyarakat Jogja diberi ruang seluas-luasnya untuk berpartisipasi memberi usulan atau urun rembug tentang logo Jogja tersebut. Tentu saja logo usulan dari masyarakat harus memuat Elemen Strategi Baru Yogyakarta, yakni sembilan arah Jogja Renaisans dengan tiga ciri khas yang akan ditonjolkan, yakni Kreativitas (Creativity), Budaya (Culture), dan Peradaban (Civilization), bahwa Jogja istimewa karena orang-orangnya yang kreatif, berbudaya, dan beradab.

Logo tersebut harus memasukan filosofi-filosofi  konsep “Tahta untuk Rakyat” dimana sosok Kraton ada untuk mengayomi masyarakat Jogja, wong cilik yang menggambarkan sosok masyarakat Jogja, Jogja yang kerap kali disebut sebagai “Indonesia mini” sebagai benteng terakhir Pancasila dan Konsep “Salad Bowl” dimana banyaknya masyarakat lua

Saya pun jadi latah karena ikut-ikutan urun rembug tentang logo baru tersebut. Lha wong gak ada yang larang kok. Logo Jogja ala saya ini tercipta setelah puasa 40 hari tidak makan dan tidak minum...he..he....Just Joke !   Intinya, ini wujud semangat memiliki Jogja karena saya adalah kawulo Jogja Istimewa. 

Jeng Yuni
www.ceritajengyuni.blogspot.com



Benarkah Pemerintah Sendiri Tak Mampu Melindungi Rahasia Negara ?

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.

Skandal E-KTP



Entah kenapa saya mendadak ngeri setelah menelaah pendapat Deddy Syafwan, pakar teknologi informasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) di Kompas.com, Minggu (16/11/2014). Saya membayangkan betapa republik ini akan menjadi sasaran empuk bagi negara-negara asing karena bocornya data-data E-KTP penduduk indonesia yang konon servernya berada di luar Negeri (Belanda). Seluruh data-data pribadi dan biometrik (sidik jari dan retina mata) penduduk Indonesia tanpa terkecuali. 

Ternyata anggaran 6 triliun yang dikucurkan dalam project E-KTP ini tidak menyentuh pembangunan server di dalam negeri, tetapi justru "sewa" punya negara lain. Pemakaian server diluar negeri sama halnya dengan "menjual" data sensitif kependudukan yang dimanfaatkan negara lain untuk kegiatan spionase. Siapapun akan menilai bahwa ini adalah sebuah ironi bagi negara sebesar Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia yang seharusnya mampu mempunyai data center sendiri.
"Ternyata anggaran 6 triliun yang dikucurkan dalam project E-KTP ini tidak menyentuh pembangunan server di dalam negeri, tetapi justru "sewa" punya negara lain".

Yang sangat disayangkan adalah kenapa Kemendagri dan Kominfo tidak melakukan studi kelayakan untuk mengkaji untung ruginya terlebih dahulu sebelum memutuskan menjalankan project ini, terutama dari segi keamanan. Pantas saja kalau Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto, mengkritik penempatan server data e-KTP di luar negeri dan mencurigai ada kepentingan tertentu di balik putusan menempatkan server di luar negeri. (Tempo 18/11/2014)

Saya sependapat dengan Dedy Syafwan bahwa ini adalah permasalahan yang sangat serius. Bahkan apabila terdapat indikasi kerugian negara maka akan melebihi skandal century yang sampai saat ini belum juga kelar. Lebih dari itu, penempatan data kependudukan di luar negeri juga wujud ketidakmampuan pemerintah dalam melindungi rahasianya sendiri. Ini sangat berbahaya bagi pertahanan dan keamanan (hamkan) negara di waktu mendatang   


Beberapa Nama Ini Nyaris Punah Di Indonesia

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.


Ilustrasi



Sebuah nama yang diberikan orang tua kepada anaknya mengandung doa dan harapan. Oleh sebab itu, tidak sekedar diberikaan begitu saja akan tetapi melalui ritual-ritual tertentu. Orang-orang terdahulu sangat menjaga hal itu agar tidak "pamali atau kuwalat". Entah atas dasar apa keyakinan ini. Tetapi begitulah kenyataannya.

Beberapa daerah masih memelihara tradisi ritual pemberian nama itu. Di pesisir utara Jawa misalnya, sudah umum bila pemberian nama anak yang baru lahir dilakukan bersamaan dengan saat puputan (putusnya ari-ari). Apa yang dilakukan adalah melakukan upacara selamatan diwarnai dengan pembacaan Sholawat Badar yang diiringi kesenian Terbangan (zippin). Tak ketinggalan dalam ritual ini adalah bubur merah putih dengan tupeng kecil yang diujungnya diberi hiasan sate lombok dan bawang.

Sepertinya orang-orang terdahulu berfikir sederhana. Hal ini dapat dilihat dari nama-nama yang diberikan kepada anak-anaknya rata-rata menggunakan satu rangkaian kata dan paling banter dua rangkaian kata, contoh adalah Budiono, Supono, Tariyem, Agus Mardiyo dan sebagai. Dalam falsafah Jawa, nama selalu mengandung arti yang mendalam berupa doa dan harapan kebaikan bagi anak.

Catatan: Maaf apabila nama anda ada dalam tulisan ini. Saya tidak ada maksud melecehkan.
Sayang sekali pengaruh modernisasi dan kemajuan teknologi saat ini telah mengubah citra rasa sebuah nama. Orang tua jaman sekarang lebih senang menamai anaknya dengan nama-nama modern yang lebih nasional, bahkan kebarat-baratan. Tak heran bila di kampung yang jauh dari keramaian kota sekalipun mudah ditemui nama Jefry, George,Michail, Noah, Marcell dan sebagainya.

Walhasil, generasi mendatang mungkin tidak akan ada yang menggunakan nama (Jawa) sebagai berikut :

  1. Nama anak perempuan berakhiran "em", yang diungkapkan dengan bibir mingkem (tertutup); Seperti Pariyem, Paijem, Juminem, Sarkem, Jariyem. Tinem, Wagiyem, Minem, Sugiyem, Partiyem, Sariyem, Mardiyem, Mardinem, dan sebagainya. 
  2. Nama anak perempuan berakhiran "ah" seperti Poniyah, Wagiyah, Minah, Sugiyah, Partinah, Suginah, Sarinah, Mardinah, Ginah, Subangah, Jumirah, sakinah, dan teman-temannya. 
  3. Nama anak perempuan berakhiran dengan huruf "ti" dan "ni" seperti Wagiarti, Surti, Suparti, Surtini, Sumini, Sutini, dan sebagainya. Mungkin nama saya YUNI ANDRIYANI masuk didalamnya. :)
  4. Nama anak laki-laki seperti Sutono, Pardiyo, Partono, Warsiyanto, Kartolo, Karyono, Jaswadi (nama Orang Tua Saya), Sanusi (Nama Mertua Saya), Sugito, dan lain-lain. 
  5. dan lain-lain. 

Sekarang saja sudah jarang ditemui nama-nama tersebut, bukan? Kalau masih ada, pasti pemiliknya adalah generasi seangkatan dengan orang-orang tua kita. Boleh dikata, bahwa nama-nama seperti diatas nyaris punah di Indonesia.

Saya tidak mendahului kehendak Tuhan, tetapi bila generasi mendatang sudah merasa tidak asik menamai anak-anaknya dengan nama-nama itu, maka dipastikan nama-nama tersebut akan punah. Hemmm...padahal nama-nama tersebut mempunyai makna doa yang sangat baik. Mungkin orang tua jaman sekarang malu disebut "kampungan" dan "nggak gaul" bila menggunakan nama-nama itu .

Anda berminat melestarikanya ?




BPJS Online = Tragis !

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.


Semoga hanya saya yang mengalami bahwa betapa menjengkelkan mendaftar BPJS melalui fasilitas online yang beralamatkan di http://bpjs-kesehatan.go.id/. Entah apa istilah yang tepat untuk menggambarkan aplikasi online yang diperkenalkan kepada khalayak sejak 1 Januari 2014 lalu ini. Mungkin Overload, masih banyak Bug, pakai hosting murahan karena minimnya budget atau menggunakan IT KW3, entahlah !

Aplikasi online BPJS ternyata tidak mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang ingin mendaftar secara online. Sangat ironis bagi satu-satunya lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah dalam mengelola dana sosial dan kesehatan seluruh Rakyat Indonesia yang 252.124.458 Jiwa dengan jumlah pengakses internet mencapai 107 Jiwa, menurut MGDS. Bila dibandingan dengan dana yang (akan) terhimpun adalah trilyunan rupiah, maka tidak sebanding dengan layanan yang disuguhkan kepada masyarakat, dan ini terbukti pada faslitas onlinenya.

....dan pengalaman saya adalah, selalu saja muncul pesan Error, Not unique in ID space [Page kepesertaan]: winppk. saat mengisi formulir isian Fasilitas Kesehatan Tingkat I. Notifikasi ini memaksa saya mengulangnya berkali-kali. Walaupun demikian tetap saja tidak berhasil alias selalu gagal untuk melanjutkan ke menu selanjutnya. Terbuanglah waktu hampir 2 jam tanpa hasil. 

Pantas saja beberapa hari lalu ketika mau mendaftar melalui BRI ditolak oleh petugas dengan alasan koneksi internet. Rupanya, walaupun menggunakan koneksi internet stabil juga tidak menjamin sama sekali keberhasilan mendaftar secara online.

BPJS Online


Saya hanya bisa menepuk jidat dan bilang Astaghfirullah dan mencoba bersabar. Apabila WNA yang mendaftar, bisa jadi akan mengumpat sejadi-jadinya FU*K BPJS atau Go To H*ll BPJS karena saking jengkelnya. Sekali lagi, ini dia salah satu gambaran realita layanan publik online di Indonesia yang sangat perlu mendapat perhatian ditengah fenomena Life in Hand

Insya Allah, malam ini aku berdoa, semoga Tuhan Semesta Alam menuntun mereka-mereka yang bertanggung jawab atas pengelolaan program BPJS agar terbuka hatinya dan lebih maksimal dalam memberikan pelayanan dan kemudahan bagi masyarakat.

Dan Satu lagi, sebagai BUMN, bukankah kesejahteraan pegawainya sudah dijamin oleh pemerintah dibandingkan dengan rakyat jelata seperti saya dan kebanyakan orang Indonesia lainnya, dimana harus kerja keras siang dan malam untuk tetap bisa survive.  




Harga Bensin di Jogja Rp 4.200, Mau ?

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
ilustrasi



Minyak menjadi isu paling sensitif di dunia. Selain telah berubah menjadi alat diplomasi (diplomasi minyak), juga telah menjadi alat perang yang dahsyat. Dunia mencatat bahwa pada masa PD II, didasari kebutuhan akan minyak, Jerman melancarkan agresi militernya ke Afrika dan Rusia.

Sampai saat ini, minyak masih mejadi sumber energi yang strategis. Oleh sebab itu dibanyak negara berkembang terutama Indonesia, perubahan nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) akan mengakibatkan sedemikian banyak perubahan ekonomis dan stabilitas yakni melambungnya harga-harga hingga munculnya aksi demo dan huru hara (in-stabilitas).

Apapun alasannya, naiknya harga-harga dipasar sangat membebani hidup rakyat dan meningkatkan garis kemiskinan dimana per maret 2014 menurut data BPS masih di angka 11,25% dari total penduduk Indonesia. Ironis memang bahwa disetiap pergantian pemerintahan selalu saja hal ini terjadi (Kenaikan harga BBM).

Entahlah, sepertinya ini menjadi blunder kebangsaan dan menjadi permasalahan abadi bagi siapapun pemerintahnya. Menurut saya, hal ini karena pembangunan Indonesia yang besar ini tidak simultan. Indonesia ibarat sebuah piala bergilir yang diperebutkan setiap 5 tahun sekali dan paling banter 10 tahun dijabat oleh orang yang sama. Pembatasan itu benar adanya untuk menghindari sebuah kediktaktoran akan tetapi hanya pada person-nya dan [seharusnya] tidak pada pada program-program pembangunannya.

Saya benar-benar mengidam-idamkan bahwa pembangunan Indonesia terencana hingga minimal 100 tahun kedepan. Artinya Bangsa Indonesia mempunyai platform pembangunan jangka panjang sebagai hasil dari konsensus nasional yang dimotori oleh para teknokrat, para ahli dan siapapun yang ditunjuk mewakili rakyat.

Plaform tersebut berisi bidang-bidang apapun yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Termasuk didalamnya adalah bidang-bidang strategis dan sensitif seperti BBM, ekplorasi sumber daya alam lain-lain, dan sebagainya.

Nah. Dengan platform pembangunan tersebut, siapapun presiden terpilih atau pemerintahannya, maka tidak lagi membuat rencana-rencana baru pembangunan. Pemerintah cukup melaksanakan cetak biru tersebut dengan penyesuaian seperlunya.

Tetapi apa boleh dikata bahwa takdir Indonesia memang harus begitu. Pemerintahan baru era Mr. Jokowi ini juga tidak lepas dari "kutukan" kenaikan BBM. Mau tidak mau saya dan anda harus merasakan dampak kenaikan BBM yang diberlakukan 18 Nopember 2014. Di Yogyakarta harga bensin adalah Rp 4.200, ......itu untuk setengah liter. Sama seperti ditempat sampeyan kan ?




Apakah Kita Menjawab Panggilan Ibrahim A.S ?

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.


Apakah anda seorang muslim ? Kalau iya, itu berarti anda dan saya seiman. Tetapi apakah anda juga mempunyai kerinduan seperti yang saya rindukan. Apakah itu, adalah keinginan untuk menyempurnakan status kemusliman kita dengan menunaikan rukun islam yang ke-5, yakni ibadah haji.

Dalam beberapa tulisan tentang rukun Islam tersebut, menunaikan ibadah selalu saja diikuti kata "bagi yang mampu". Hal tersebut juga ditulis dalam Al-Qur'an sebagai berikut :

"Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam." (QS. 3/Ali Imron: 97)


Sebagai orang awam yang Islamnya masih bersifat KTP seperti saya, kata itu menjadi Bentrok dengan pemikiran saya. Apa sesungguhnya makna dari "bagi orang-orang yang mampu itu ?". Beberapa sumber mengatakan bahwa kata mampu tersebut merujuk pada kemampuan fisik dan ekonomi

Terkait dengan fisik, pasti kita sepakat bahwa ibadah haji itu adalah ibadah yang berat, oleh karenannya memerlukan kesiapan fisik yang kuat dan sehat. Kita akan jelas bila membaca rukun-rukun tentang haji. Lalu terkait dengan kemampuan secara ekonomi, hal ini berhubungan dengan bekal perjalanan serta bekal bagi keluarga yang ditinggalkan dirumah. 

Bekal yang dimaksud adalah sejumlah materi yang dimilikinya secara tunai tidak karena berhutang. Dalam banyak hadits disebutkan, Rosullullah menjawab "Tidak Boleh" ketika ditanya para sahabat tentang hutang yang dipergunakan untuk menunaikan ibadah haji. 

Menurut pemikiran saya, rujukan kata mampu seperti penjelasan di atas merupakan buah olah pikiran manusia semata berdasarkan makna bahasa pada umumnya dan belum menyentuh pada esensi sesungguhnya. Lalu apa yang menyebabkan saya berpendapat demikian? 

Saya membaca realita lingkungan, bahwa banyak orang-orang yang mampu disekitar kita. Mereka mempunyai cukup uang. Pekerjaan mapan. Harta berupa rumah, mobil, tanah maupun investasi di bank pun punya. Kenapa banyak yang tidak bisa menunaikan ibadah haji hingga akhir hayatnya ?

Om dan Tante saya hanya seorang pensiunan pegawai Perhutani, hidupnya hanya mengadalkan uang pensiunan tiap bulan. Tetapi, Alkhamdulillah telah menyempurnakan keislamanya dengan menunaikan ibadah haji tahun kemarin. Kok bisa ! 

Dua hal diatas adalah sekelumit realita yang ada. Masih banyak kepingan-kepingan cerita serupa disekitar kita. Kalau begitu apakah anda masih sependapat dengan saya, bahwa ternyata masih ada penafsiran lain dari kata mampu pada rukun islam yang ke-5 tersebut ?

Lalu bagaimana kalau istillah bagi yang mampu tersebut merujuk pada istilah yang sering kita dengar dimasyarakat bahwa haji itu "panggilan Allah melalui Ibrahim"? Pada dasarnya kata Panggilan Allah mungkin terkesan memihak, karena bisa saja diartikan bahwa orang-orang yang berhaji itu dipangggil karena Allah cinta kepadanya atau Allah telah memilih orang itu. Kalau begitu anda dan saya menjadi orang yang merugi karena tidak menjadi bagian orang-orang yang dipilih Allah.

Kalau memang orang-orang yang berhaji tersebut adalah dipanggil dan dipilih Allah, maka kenapa masih ada cerita, bahwa banyak para jemaah haji yang ketika sampai disana tidak bisa melaksanakan rukun-rukun haji dengan sempurna entah karena sakit atau sesuatu hal. Atau bahkan cerita jamaah haji yang hanya mampu berpose di depan ka'bah, celaka karena berebut mencium hajar aswad atau menghabiskan waktu untuk tidur, jalan-jalan dan belanja, dan akhirnya tidak mendapatkan gelar haji mabrur di mata Allah sendiri. Apakah kita masih meyakini, bahwa berhaji bagi yang mampu itu adalah panggilan Allah ? 

Akhirnya saya mencoba mengambil kesimpulan untuk menyenangkan diri sendiri, bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji itu bukan karena mampu atau panggilan seperti Allah seperti apa dijelaskan diatas akan tetapi karena "dimampukan" oleh Allah. Artinya, Orang yang bisa menunaikan Ibadah haji itu karena Allah "mengijinkan". Allah "memberi" hidayah. Allah "Ridlo" dan Allah "memampukan" orang tersebut atas kuasa-Nya dengan berbagai macam cara yang dikehendaki-Nya. 

Lalu apakah kata "dimampukan, diijinkan, diberi hidayah, mendapat ridlo" itu muncul dengan sendirinya?. Dalam kemampuan alam pikir saya yang awam mengatakan "tidak". Itu bukan datang dengan sendirinya. Itu mutlak dan wajib bagi kita untuk memintanya. Oleh karena hanya ada dua (dua) hal yang berperan penting sebagai pintu pembuka, yakni Niat dan Doa (untuk dimampukan). Banyak dalil-dalil maupun Firmal Allah terkait dengan kedua hal tersebut.

Nah, dari pembahasan ini berarti anda dan saya pun sesungguhnya berkesempatan mengunjungi Mekah, menunaikan Ibadah Haji bila Allah mengijinkan, Allah Ridhlo, Allah memampukan kita, walaupun secara ekonomi kita seolah kita tidak mampu.

wallahu a'lam bishawab




RECENT


        Emak-Emak Blogger         Blogger Perempuan         Blogger Reporter Indonesia
Modified by Yuni Andriyani 2014. Diberdayakan oleh Blogger.