Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan

Melihat Salah Satu Penghuni Ghaib Gunung Salak

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Prabu Siliwingi

Gunung salak diyakini sangat angker, lebih angker dibanding dengan alas purwo yang berada di Banyuwangi. Beberapa kejadian yang diluar akal pikiran kerap terjadi di sekitar gunung yang mempunyai puncak dengan ketinggian 2.211 m dari permukaan laut ini.

Masih hangat dalam benak kita bagaimana kecelakaan pesawat Sukhoi terjadi, yang sebenarnya masih meninggalkan banyak kejanggalan dan misteri. Tak terhitung juga para pendaki yang tersesat atau harus mati ketika mencoba mendaki di gunung ini.

Oleh warga sekitar kejadian-kejadian tersebut dikaitan dengan aktifitas mistis yang tak terlepas dari sejarah masa lampau. Salah satunya adalah mitos muksanya Prabu Siliwangi beserta rakyatnya dihutan tersebut untuk menghindari kejaran putranya sendiri yang bernama Kian Santang.

Ketika itu, Prabu Siliwangi terkepung dan bersembunyi di belantara Gunung Salak. Untuk meghindari pertumpahan darah, dengan dibantu para penghuni ghaib Gunung Salak tersebut, Sang Prabu berhasil meloloskan diri dengan mengapung di udara. Tempat menghilangnya Prabu Siliwangi tersebut kemudian dinamakan ‘pengapungan’. Lokasinya tidak jauh dari Kawah Ratu.

Lalu, siapakah penghuni ghaib Gunung Salak tersebut ? Bagaimana Perwujudannya ?


8 Misteri Terbesar Dunia Yang Belum Terpecahkan Hingga Saat Ini

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.


Walaupun teknologi sudah sedemikian canggih hingga mampu mengirimkan manusia ke bulan bahkan ke planet lain yang lebih jauh, akan tetapi manusia tetaplah manusia yang walaupun diciptakan sebagai makhluk sempurna, tetap saja memiliki begitu banyak keterbatasan.

Karena keterbatasan itu, maka tidak semua fenomena dan misteri di bumi ini mampu dipecahkan oleh manusia walaupun telah menggunakan teknologi dan komputer super canggih. Berikut 8 Misteri terbesar dunia yang belum terpecahkan hingga saat ini.



[Cerita Hijab Pertamaku]: Karena Mimpi ini Saya Berhijab

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
Kemarin tiba-tiba Si Kecil Yunda bertanya, "Ma, sejak kapan sih mama pakai hijab ?". Pertanyaan spontan yang mungkin muncul setelah melihat album foto saya dulu ketika belum berhijab.

Pertanyaan itu seolah menarik memori saya kembali ke masa beberapa puluh tahun lalu, tepatnya tahun 1997. Ketika itu saya masih semester 6 di Unej - Jember Jatim. 

Bukan karena trend mode yang membuat saya memutuskan untuk berhijab. Saat itu hijab malah belum menjadi mode, tidak seperti saat ini. Asal mula saya memutuskan berhijab karena saya mengalami pengalaman spiritual melalui mimpi yang menurut saya menakutkan. Mimpi yang tidak biasa sehingga saya menafsirkan sebagai sebuah peringatan, ajakan sekaligus hidayah Allah SWT. 

Kalau bukan karena hal itu, saya pikir memutuskan berhijab pada masa itu akan berat. Selain tidak nge-tren, juga karena lingkungan tempat tinggal, pendidikan dan pergaulan di kampus yang bersifat heterogen. Lagian pula sedari SD hingga SMA memang saya lalui di sekolah-sekolah umum bukan sekolah agamis.

Suatu ketika saya bermimpi. Saya ditempatkan dalam sebuah alam yang asing sekali. Entah alam apa namanya. Tidak ada matahari, tidak ada bulan dan bintang tetapi suasana terang seperti diwaktu senja. Dalam alam antah berantah itu, saya berdua bersama seseorang yang tidak saya kenal sama sekali. Bahkan saya tidak mampu melihat wajahnya karena tertutup jubah hitam.

Saya dibimbing menyusuri tempat yang mengerikan. Tubuh ringan seperti melayang. Sesekali menjejakkan kaki ke tanah dan melayang lagi. Lalu, sampailah pada tempat seperti kuburan karena saya belihat banyak batu nisan yang kumuh seperti di film-film horor itu. Orang berjubah hitam itu terus mengajakku lebih ke tengah lagi melewati sela-sela batu nisan tersebut. 


Gara-Gara Memotret Lukisannya, Tengah Malam Didatangi Ratu Kidul

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.

Foto Ratu Kidul
i46.tinypic.com


Ratu Kidul, Sang Penguasa Pantai Selatan. Sosok mistis yang identik dengan mahkota emas dan baju berwarna hijau ini sampai sekarang masih belum diketahui secara pasti siapa sebenarnya dan dari mana asal-usulnya. 

Banyak cerita yang mengatakan bahwa Ratu Kidul sebenarnya adalah Ratu Bilqis, isteri Nabi Sulaiman As yang setelah wafatnya beliau, Ratu Bilqis mengasingkan dirinya ke suatu negeri. Di sana beliau bertapa hingga moksa atau ngahyang

Ada juga yang mengatakan bahwa Ratu Kidul adalah Dewi Nawang Wulan, sosok bidadari yang pernah diperisteri Jaka Tarub. Bahkan, pada tahun 1985 dalam sebuah acara di TMII, Ratu Kidul diklaim sebagai Biding Laut, saudara dari Saribu Raja yang notabene adalah keturunan Raja Batak. Kalau hal ini benar, itu artinya Ratu Kidul masih sekampung halaman dengan Judika atau Bill Saragih.

Siapapun adanya dan dari manapun asalnya, saya mempercayai bahwa Ratu Kidul itu ada, bukan sekedar cerita rakyat turun temurun yang menjadi bagian keistimewaan Yogyakarta pada khususnya dan pulau Jawa pada umumnya. Keyakinan saya ini sudah lama semenjak tinggal di Kudus, dimana banyak kejadian ghaib yang tidak masuk akal terjadi di sana.

"Diujung kakinya telah berdiri perempuan sangat cantik berbusana keraton berwarna hijau dengan mahkota berkilauan terkena cahaya lampu kamar. "
Keyakinan itu pun bertambah dengan sebuah pengalaman ghaib yang dialami sepupu saya yang baru berlibur di Yogya Sabtu kemarin (27/12/2014). Sebut saja namanya Arum (facebook disini). Arum adalah sepupu dari keluarga ibu, keponakan dari Om dan Tante saya. Arum yang bekerja sebagai salah satu staff ahli di Departemen Kehakiman RI berlibur bersama keluarga besar dari Tegal ke Yogyakarta.


Malam pertama di Yogya, mereka menginap di rumah keluarga di Jalan Kaliurang dan keesok harinya mereka mengunjungi beberapa obyek wisata unggulan seperti Taman Pintar, Komplek Bundaran UGM, dan Museum Afandi. Ketika mengunjungi museum ini, Arum tertarik dengan lukisan Ratu Kidul yang begitu anggun. Arum pun tak sungkan untuk mengabadikan lukisan tersebut melalui sebuah ponsel yang dibawanya. Mungkin karena foto inilah akhirnya Arum mengalami pengalaman ghaib yang tidak dialami setiap orang.


Sepulang dari museum, Arum dan keluarga langsung menuju ke Purwomartani. Malam kedua memang sudah direncanakan untuk menginap di rumah Om dan Tante yang hanya berjarak 5 rumah dari tempat saya. Dari sini akan lebih dekat untuk perjalanan ke Gunung Kidul keesok harinya.

Kami berkumpul dan bersenda gurau hingga hampir jam 22.00 WIB. Karena sudah larut, saya dan anak-anak pamit pulang agar mereka bisa istirahat. Mereka harus cukup istirahat karena pagi-pagi sekali harus bersiap menghabiskan liburan hari kedua di pantai Gunung Kidul.

 photo votenya2_zpscza8qxy0.gif
Arum, Rini dan kedua anaknya kebagian tidur di kamar depan. Sebelum tidur, Arum sempat bergurau kepada keponakannya, Rara. "Ra, Ayo tidur besok tak ajak ketemu Ratu Kidul." Kata Arum sambil menunjukan foto lukisan yang difotonya di Museum tadi siang.

Tak berapa lama Rini dan kedua anaknya terlihat pulas. Jam menunjukkan angka 24.05 WIB, Arum mencoba tidur. Sedetik setelah memejamkam mata, dia merasakan hembusan angin menerpa kakinya secara tiba-tiba. Angin yang tidak biasa seperti hembusan angin laut. Arum membuka mata. Apa yang dilihatnya sungguh membuatnya takut luar biasa,

Diujung kakinya telah berdiri perempuan sangat cantik berbusana keraton berwarna hijau dengan mahkota berkilauan terkena cahaya lampu kamar. Jaritnya menjuntai ke lantai. Beberapa bagianya mengenai kedua kaki Arum. Mendadak kamar baunya wangi bunga melati. Arum juga mencium bau khas pasir pantai. Inikah Ratu Pantai Selatan, Pikirnya.

BACA JUGA YANG INI YA...
1
Apa harus Nge-Sex, sih ?
2
Drumband Tengah Malam, Ghaibkah ?
3
Diluar Banyak Dosa !

Perempuan tersebut tersenyum kearahnya. Senyum yang sangat menawan dan berwibawa. Dada Arum berdetak kecang. Dia merasa takut yang luar biasa tetapi tubuh seperti membeku. Lidah pun kelu. Arum hanya bisa berdoa di dalam hati. Perempuan berbaju hijau itu memandanginya sekali lagi tanpa berkata-kata. Beberapa saat kemudian tiba-tiba menghilang begitu saja. Kepergian perempuan itu diiringi desir angin yang dingin. Arum merasakan itu.

Arum gemetar dan mencoba bangkit sekuat tenaga untuk membangunkan Rini. Dia menceritakan kejadian yang barusan dialaminya. Akhirnya mereka terjaga sampai pagi dengan rasa takut yang masih dirasakannya. Pengalaman malam itu menyisakan sejuta tanya, apa hikmah dibalik kejadian ghaib itu.    

Ditulis berdasarkan apa yang diceritakan Arum kepada Penulis.


   

Suara Drumband Menjelang Tengah Malam, Ghaibkah ?

Anda hanya butuh waktu membaca artikel ini.
ilustrasi


Sudah hampir satu bulan belakangan ini saya mendengarkan suara drumband. Suaranya terdengar jelas seperti hanya berjarak ratusan meter. Tiba-tiba suara itu hilang lalu muncul lagi. Begitu berulangkali. Yang menarik adalah suara drumband tersebut terdengar di malam hari, tepatnya di atas jam 21.00 WIB (malam). Suara ini sangat mengganggu saya karena muncul di jam istirahat. Lalu, siapakah yang sedang bermain atau latihan drum band di malam hari, orang ataukah bangsa ghaib ? 

Di Yogyakarta memang banyak kelompok drumband. Kebanyakan dibawah naungan institusi sekolah. Tetapi 100% saya yakin bahwa tidak satupun dari mereka melakukan aktifitas latihan pada malam hari. Saya jadi bertanya, mungkinkah suara itu berasal dari Korp Drumband Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) yang berada dalam satu kompleks dengan Lanud Adisutjipto ?

Google EarthYang menarik adalah AAU sudah membatah bahwa para taruna tidak melakukan latihan drum band pada malam hari. Latihan hanya dilakukan pada pukul 05.00 - 06.00 WIB (pagi hari) dan apabila akan ada performance, maka waktu latihan bisa diajukan mulai jam 4.30. [1] 

Andai saja AAU berbohong dan suara itu memang berasal dari para taruna yang berada sekitar komplek Lanud Adisutjipto, maka sangat mustahil terdengar sampai ke tempat tinggal saya karena alasan jarak, padahal dalam telinga saya, suara drumband tersebut terdengar seperti hanya dalam radius ratusan meter. Sebagai informasi, jarak tempat tinggal saya dengan AAU lumayan jauh. Apabila ditarik garis lurus maka terbentang jarak hampir 7 Km (tepatnya 6.83 km).

Cerita tentang suara drumband ini memang bukan cerita baru, sudah menjadi perbincangan dan diulas di beberapa media (coba anda googling dengan kata kunci drumband ghaib di Yogyakarta). Pada awalnya saya sebenarnya tidak terlalu percaya atas fenomena itu, sampai akhirnya saya mendengar sendiri dalam sebulan terakhir ini.

Pernah ada yang mencoba mencari sumber suara tersebut. Sebut saja namanya Budi. Waktu Ia tinggal di daerah Gedong Kuning, sempat menyangka bahwa ini adalah suara dari Korps Marching Band-nya para karbol Akademi TNI-AU. Namun begitu diburu kearah Maguwo, belum sampai habis Jalan Banguntapan-Maguwo suara tersebut sudah pindah lagi ke arah selatan. Begitu diikuti ke selatan (arah Banguntapan), suara tersebut seakan-akan berpindah ke Barat, atau dari arah kota Yogyakarta.

Begitu juga sekitar tahun 1994, sewaktu ia berada di daerah Kentungan, Jalan Kaliurang Km 7, Suara drumband itu terdengar demikian kerasnya. Seolah-olah sedang berada di sekitar Asrama Haji Ring Road. Karena penasaran, dengan sepeda motornya waktu itu mencoba memburu kesana. Namun lagi-lagi kecewa. Karena Sumber suara tersebut tidak juga ditemukan.[2] 

Karena belum ada penjelasan secara logis tentang suara drumband malam hari tersebut, maka fenomena itu dihubung-hubungkan dengan mitos-mitos tertentu yang diyakini kebenarannya oleh sebagian warga Jogja. Banyak yang meyakini kalau suara tersebut berasal dari genderang "pasukan khusus kasat mata” penjaga wilayah Ngayogyakarta yang sedang berpatroli. Sebagian lagi percaya bahwa suara itu adalah suara genderang Pasukan Nyi Roro Kidul, yang sedang menuju Gunung Merapi dari Laut Kidul atau sebaliknya yang melewati jalur Kali Kuning;

Kali Kuning ? Wow...kalau mitos yang kedua ini benar maka pantas saja suaranya begitu jelas terdengar di telinga saya. Kali Kuning hanya berjarak 300 meter dari tempat saya. Kali Kuning ini memotong jalur alternatif Kalasan - Kaliurang via Sidorejo dan merupakan salah satu kali (sungai) yang dilalui lahar dingin pada saat Merapi meletus beberapa tahun lalu.

Walaupun saya belum bisa memecahkan misteri ini, nampaknya suara drumband yang sering saya dengar ini semakin menambah istimewa Yogyakarta dan dijamin akan membuat kangen siapapun yang pernah menginjakkan kakinya di sini.

Wallahualam bissawab.




RECENT


        Emak-Emak Blogger         Blogger Perempuan         Blogger Reporter Indonesia
Modified by Yuni Andriyani 2014. Diberdayakan oleh Blogger.